Tarbiyah saat ini telah menjadi sebuah fenomena tersendiri di bumi khatulistiwa ini. Terbukti dengan maraknya kajian keislaman yang diadakan hamper di seluruh tempat terutama di lingkungan yang isinya orang-orang yang ‘makan bangku’ pendidikan.
Di tengah kehidupan yang serba hedonisme dan cenderung bergaya ‘westlife’ ini kehadiran Tarbiyah bagaikan setetes embun di tengah kering dan gersangnya hidup. Apalagi invasi pemikiran yang dilancarkan oleh musuh-musuh Islam lewat berbagai cara telah berhasil dan sangat mewarnai kehidupan bangsa kita yang mayoritas adalah muslim. Karenanya sebagai khairu ummah kita harus melawannya dengan cara yang sama. Seluruh potensi yang kita miliki harus dioptimalkan. Dan pondasi awal untuk bisa mengoptimalkan potensi Al-Insaan yang ada dalam diri kita adalah Tarbiyah
Pentingnya Tarbiyah
Tarbiyah sangat penting sebagai imunitas dalam menghadapi serangan musuh, selain sebagai sarana penguat aqidah. Karena Tarbiyah adalah sebuah sarana untuk membentuk pribadi dambaan ummat hingga mampu membentuk komunitas Islami menuju terwujudnya kembali sebuah peradaban ideal.
Tarbiyah yang merupakan sebuah kemestian, keharusan bagi pada da’I Islam memiliki karakteristik tersendiri yang menjadikannya ‘begitu indah’. Rabbaniyah, sebagaimana karakter Islam itu sendiri, Tarbiyah pun bersumber dan bertujuan hanya kepada Allah. Lalu tadaruj atau bertahap. Dakwah adalah sebuah proses dan tahapan, sehingga Tarbiyah pun dilakukan dan berjalan secara bertahap, step by step, sehingga tidak memberatkan dan memaksakan meski juga tidak ringan. Selain itu dalam Tarbiyah juga berlaku tawazun alias seimbang . Artinya menempatkan segala sesuatu pada haknya. Dan juga syaamil atau universal, menyentuh seluruh lini dan sisi kehidupan. Karena Tarbiyah sebagai pondasi dakwah Islam yang rahmatan lil ‘alamiin –‘memanusiakan’ manusia. Terakhir dalam tarbiyah tidak mengenal kata cukup atau berhenti, ia berkesinambungan (istimror) sepanjang hidup. Atau yang disebut life education alias Tarbiyah madal hayah
Proses Tarbiyah
Tarbiyah dalam prosesnya dapat dilakukan minimal dengan tiga pendekatan; idealis, taktis, dan operacional.
Pendekatan idealis adalah jalan bagi pada da’i Islam, tidak ada jalan lain karena jalannya adalah jalan tarbawi yang memiliki tiga karakter mendasar.
Pertama, sulit tapi hasilnya berkualitas.Proses tarbiyah ibarat menanam pohon jati, senantiasa harus dijaga dan diperlihara sehingga akarnya tetap kuat dan tidak goyah diterpa badai dan angin kencangn. Karenanya jalan Tarbawi merupakan proses pembentukan pribadi dambaan. Kedua, proses yang panjang tapi terjaga kemurniannya. Dakwah adalah jalan panjang yang tidak hanya dilalui oleh satu generasi. Akan tetapi, meski terkadang untuk mencapai target dan sasaran tertentu harus melalui sekian banyak generasi, Asholah-nya tetap terjaga dan hammasah tetap terpelihara. Tarbiyah membentuk pribadi telah yang teruji dengan panjangnya mata rantai perjalanan dakwah serta pribadi yang tak kekang karena panas dan tak lapuk karena hujan. Ketiga, lambat tapi hasilnya terjamin. Dakwah ibarat kompetisi dan bukan perlombaan, untuk itu diperlukan kesabaran dan keuletan dengan ’staying power untuk mencapai target dan sasaran dengan kualitas terjamin. Kompetisi memang terlihat lama dan lambat, akan tetapi potensi dan tenaga terdistribusi secara kolektif dan perpaduan kerjasama terarah secara baik untuk memberikan sebuah jaminan kesuksesan di akhir kompetisi. Watak perjalanan dakwah yang lamabat harus dilihat dari proses dan tahapannya, bukan dari perangai para pelakunya (okum da’i), karena perangai yang lambar adalah sebuah kelalaian. Dan salah satu jaminan dari proses tarbiyah adalah lahirnya kepribadian yang integral, tidak mendua, dan tidak terbelah, yang akan tampak sejauh mana keterjaminannya bila dihadapkan oleh situasi dan kondisi yang menguji integritas kepribadiannya.
Setelah ketiga faktor idealis di atas terelisasi dengan baik, maka langkah berikutnya adalah memetaka langkah-langkah taktis, untuk menyeimbangkan luasnya medan dakwah dengan jumlah kader serta menyelaraskan dukungan massa dengan potensi Tarbiyah.
Terakhir adalah langkah strategis, dan dalam hal ini yang paling penting dalam sebuah perjalanan dakwah adalah fokus untuk menyusun barisan kader serta untuk menghindari terjadinya ”lost generation”, perlu dirumuskan strategi untuk membina kader-kader baru.
Penutup
Saat terjadi gelombang pemurtadan yang luar biasa di masa Abu Bakar RA., di sepertiga jazirah Arab yang selamat kader dakwah di wilayah itu dijaga dan dipelihara. Lalu pembinaan terhadap kader-kader batu yangkebanyakan adalah tawanan perang Riddah terus dijalankan hingga masa Umar bin Khattab RA. Pada saat perang Qadisiyah, kader-kader baru yang dibina mayoritas berada di garis terdepan bahkan tak jarang di antaranya kemudian terkenal sebagai panglima dan komandan pasukan Islam. Dan itulah hasil Tarbiyah (QS. Ali Imran:146)
sumber: majalah Al Izzah September 2002
[-read more-]
Rabu, 18 Februari 2009
Kenapa harus Tarbiyah
Diposting oleh
Ros Rose'diana
di
02.58
0
komentar
Label: Tarbiyah
Keutamaan Membaca Al Qur'an
1.Al Qur’an adalah Kalamullah
a.Kitab yang Mubarak (diberkahi) QS. 6 : 92
b.Menunun kepada jalan yang lurus Qs. 17 : 9
c.Tidak ada sedikitpun kebatilan di dalamnya QS. 41: 42
2.Membaca Al Qur’an adalah sebaik-baik amal perbuatan.
Rasulullah bersabda : “Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar dan mengajarkan AL Qur’an” HR Al Bukhariy dari Utsman bin Affan.
3.Al Qur’an akan menjadi syafi’ penolong di hari kiamat.
Rasulullah bersabda : Bacalah Al Qur’an sesungguhnya ia akan menjadi penolong pembacanya di hari kiamat “ HR Muslim dari Abu Umamah.
4.Beserta para malaikat yang mulia di hari kiamat.
Sabda Nabi : “Orang yang membaca Al Qur’an dan dia lancar membacanya akan bersama para malaikat yang mulia dan baik. Dan orang yang membaca Al Qur’an dengan terbata-bata, ia mendapatkan dua pahala “ Muttafaq alaih dari Aisyah ra.
5.Aroma orang beriman.
Sabda Nabi : “Perumpamaan orang beriman yang membaca Al Qur’an adalah bagaikan buah utrujah, oromanya harum dan rasanya nikmat…..”
6.Penyebab terangkatnya kaum. Sabda Nabi :
“Sesungguhnya Allah akan mengangkat suatu kaum dengan kitab ini dan akan menjatuhkannya dengan kitab ini pula” HR Muslim dari Umar bin Khatthab.
7.Turunnya rahmah dan sakinah.
Sabda Nabi : “Tidak ada satu kaum yang mereka sedang berdzikir kepada Allah, kecuali para malaikat akan mengitarinya, dan rahmat Allah akan tercurah kepadanya, dan sakinah (kedamaian) akan turun di atasnya, dan Allah akan sebutkan mereka pada malaikat yang ada di sisi-Nya. HR. At Tirmidziy dan Ibn Majah dari Abu Hurairah dan Abu Said.
8.Memperoleh kebajikan yang berlipat ganda.
Dari Ibnu Mas’ud ra berkata : Rasulullah SAW bersabda:”Barang siapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah, maka ia akan memperoleh satu hasanah (kebajikan). Dan satu hasanah akan dilipat gandakan menjadi sepuluh, saya tidak katakan alif lam mim satu huruf, akan tetapi ali satu hurf, lam satu huruf, dan mim satu huruf. HR At Tirmidziy
9.Bukti hati yang terjaga/melek.
Dari Ibn Abbas ra berkata : Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya orang yang di hatinya tidak ada sesuatupun dari Al Qur’an, maka ia bagaikan rumah kosong. HR At Tirmidziy.
Wallahu a’lam.
[-read more-]
Diposting oleh
Ros Rose'diana
di
02.52
0
komentar
Label: Tarbiyah
Janji Bertemu di Surga
Al-Mubarrid menyebutkan dari Abu Kamil dari Ishaq bin Ibrahim dari Raja' bin Amr An-Nakha'i, ia berkata, "Adalah di Kufah, terdapat pemuda tampan, dia kuat beribadah dan sangat rajin. Suatu saat dia mampir berkunjung ke kampung dari Bani An-Nakha'. Dia melihat seorang wanita cantik dari mereka sehingga dia jatuh cinta dan kasmaran. Dan ternyata, si wanita cantik ini pun begitu juga padanya. Karena sudah jatuh cinta, akhirnya pemuda itu mengutus seseorang melamarnya dari ayahnya. Tetapi si ayah mengabarkan bahwa putrinya telah dojodohkan dengan sepupunya. Walau demikian, cinta keduanya tak bisa padam bahkan semakin berkobar. Si wanita akhirnya mengirim pesan lewat seseorang untuk si pemuda, bunyinya, 'Aku telah tahu betapa besar cintamu kepadaku, dan betapa besar pula aku diuji dengan kamu. Bila kamu setuju, aku akan mengunjungimu atau aku akan mempermudah jalan bagimu untuk datang menemuiku di rumahku'. Dijawab oleh pemuda tadi melalui orang suruhannya, 'Aku tidak setuju dengan dua alternatif itu, "sesungguhnya aku merasa takut bila aku berbuat maksiat pada Rabbku akan adzab yang akan menimpaku pada hari yang besar." (Yunus:15)
Aku takut pada api yang tidak pernah mengecil nyalanya dan tidak pernah padam kobaranya.'
Ketika disampaikan pesan tadi kepada si wanita, dia berkata, "Walau demikian, rupanya dia masih takut kepada Allah? Demi Allah, tak ada seseorang yang lebih berhak untuk bertaqwa kepada Allah dari orang lain. Semua hamba sama-sama berhak untuk itu." Kemudian dia meninggalkan urusan dunia dan menyingkirkan perbuatan-perbuatan buruknya serta mulai beribadah mendekatkan diri kepada Allah. Akan tetapi, dia masih menyimpan perasaan cinta dan rindu pada sang pemuda. Tubuhnya mulai kurus dan kurus menahan rindunya, sampai akhirnya dia meninggal dunia karenanya. Dan pemuda itu seringkali berziarah ke kuburnya, Dia menangis dan mendo'akanya. Suatu waktu dia tertidur di atas kuburanya. Dia bermimpi berjumpa dengan kekasihnya dengan penampilan yang sangat baik. Dalam mimpi dia sempat bertanya, "Bagaimana keadaanmu? Dan apa yang kau dapatkan setelah meninggal?"
Dia menjawaba, "Sebaik-baik cinta wahai orang yang bertanya, adalah cintamu. Sebuah cinta yang dapat mengiring menuju kebaikan."
Pemuda itu bertanya, "Jika demikian, kemanakah kau menuju?" Dia jawab, "Aku sekarang menuju pada kenikmatan dan kehidupan yang tak berakhir. Di Surga kekekalan yang dapat kumiliki dan tidak akan pernah rusak."
Pemuda itu berkata, "Aku harap kau selalu ingat padaku di sana, sebab aku di sini juga tidak melupakanmu." Dia jawab, "Demi Allah, aku juga tidak melupakanmu. Dan aku meminta kepada Tuhanku dan Tuhanmu (Allah SWT) agar kita nanti bisa dikumpulkan. Maka, bantulah aku dalam hal ini dengan kesungguhanmu dalam ibadah."
Si pemuda bertanya, "Kapan aku bisa melihatmu?" Jawab si wanita: "Tak lama lagi kau akan datang melihat kami." Tujuh hari setelah mimpi itu berlalu, si pemuda dipanggil oleh Allah menuju kehadiratNya, meninggal dunia.
Oleh : Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia
[-read more-]
Diposting oleh
Ros Rose'diana
di
02.47
0
komentar
Label: ..
Senin, 16 Februari 2009
mo tidur?eitz..tunggu dlu..
Perkara Sebelum Tidur( Tafsir Haqqi )
Rasulullah berpesan kepada Aisyah ra : “Ya Aisyah jangan engkau tidur sebelum melakukan empat perkara, yaitu :
1. Sebelum khatam Al Qur’an,
2. Sebelum membuat para nabi memberimu syafaat di hari akhir,
3. Sebelum para muslim meredhoi kamu,
4. Sebelum kau laksanakan haji dan umroh….
“Bertanya Aisyah :
“Ya Rasulullah…. Bagaimana aku dapat melaksanakan empat perkara seketika?”
Rasul tersenyum dan bersabda : “Jika engkau tidur bacalah :
1) Al Ikhlas tigakali seakan-akan kau mengkhatamkan Al Qur’an.
Bismillaahirrohmaanirrohiim, Qulhualloohu ahad’ Alloohushshomad’ lam yalid walam yuulad’ walam yakul lahuu kufuwan ahad’ ( 3 x )
2) Membacalah sholawat untukKu dan para nabi sebelum aku, maka kami semua akan memberi syafaat di hari kiamat.
Bismillaahirrohmaanirrohiim, Alloohumma shollii ‘alaa syaidinaa Muhammad wa’alaa aalii syaidinaa Muhammad ( 3 x )
3) Beristighfarlah untuk para muslimin maka mereka akan meredhoi kamu.
Astaghfirulloohal adziim aladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum wa atuubu ilaih ( 3 x )
4) Dan,perbanyaklah bertasbih, bertahmid, bertahlil, bertakbir maka seakan-akankamu telah melaksanakan ibadah haji dan umroh
[-read more-]
Diposting oleh
Ros Rose'diana
di
01.55
0
komentar
Label: adab
Jumat, 13 Februari 2009
Faedah Seputar Basmalah
Tafsir Basmalah
Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin berkata: “Tafsirnya adalah: Sesungguhnya seorang insan meminta tolong dengan perantara semua Nama Allah. Kami katakan: yang dimaksud adalah setiap nama yang Allah punya. Kami menyimpulkan hal itu dari ungkapan isim (nama) yang berbentuk mufrad (tunggal) dan mudhaf (disandarkan) maka bermakna umum. Seorang yang membaca basmalah bertawassul kepada Allah ta’ala dengan menyebutkan sifat rahmah. Karena sifat rahmah akan membantu insan untuk melakukan amalnya. Dan orang yang membaca basmalah ingin meminta tolong dengan perantara nama-nama Allah untuk memudahkan amal-amalnya.” (Shifatush Shalah, hal. 64).
Kitabullah Diawali Basmalah
Penulisan Al-Qur’an diawali dengan basmalah. Hal itu telah ditegaskan tidak hanya oleh seorang ulama, di antara mereka adalah Al Qurthuby yarhamuhullah di dalam tafsirnya. Beliau menyebutkan bahwa para sahabat radhiyallahu ‘anhum telah sepakat menjadikan basmalah tertulis sebagai ayat permulaan dalam Al-Qur’an, inilah kesepakatan mereka yang menjadi permanen -semoga Allah meridhai mereka- dan Al Hafizh Ibnu Hajar yarhamuhullah pun menyebutkan pernyataan serupa di dalam Fathul Baari (Ad Dalaa’il Wal Isyaaraat ‘ala Kasyfi Syubuhaat, hal. 9).
Teladan Nabi
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila menulis surat memulai dengan bismillaahirrahmaanirrahiim (lihat Shahih Bukhari 4/402 Kitabul Jihad Bab Du’a Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ilal Islam wa Nubuwah wa ‘an laa Yattakhidza Ba’dhuhum Ba’dhan Arbaaban min duunillaah wa Qauluhu ta’ala Maa kaana libasyarin ‘an yu’tiyahullaahu ‘ilman ila akhiril ayah, Fathul Bari 6/109 lihatlah perincian tentang hal ini di dalam Zaadul Ma’aad fii Hadyi Khairil ‘Ibaad karya Ibnul Qayyim 3/688-696, beliau menceritakan surat menyurat Nabi kepada para raja dan lain sebagainya (Syarh Kitab Kasyfu Syubuhaat Syaikh Shalih Al-Fauzan, hal. 17). Di dalam Kitab Bad’ul Wahyi Imam Bukhari menyebutkan hadits: “Bismillahirrahmaanirrahiim min Muhammadin ‘Abdillah wa Rasuulihi ila Hiraqla ‘Azhiimir Ruum…” (Shahih Bukhari no. 7, Shahih Muslim no. 1773 dari hadits Ibnu ‘Abbas radhiyallahu’anhuma, lihat Hushuulul Ma’muul, hal. 9, lihat juga Ad Dalaa’il Wal Isyaaraat ‘ala Kasyfi Syubuhaat, hal. 9).
Hadits Tentang Keutamaan Basmalah
Syaikh Abdullah bin Shalih Al Fauzan berkata: “Adapun hadits-hadits qauliyah tentang masalah basmalah, seperti hadits, ‘Kullu amrin dzii baalin laa yubda’u fiihi bibismillaahi fahuwa abtar.’ hadits-hadits tersebut adalah hadits yang dilemahkan oleh para ulama.” Hadits ini dikeluarkan oleh Al Khathib dalam Al Jami’ (2/69,70), As Subki dalam Thabaqaat Syafi’iyah Al Kubra, muqaddimah hal. 12 dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, tetapi hadits itu adalah hadits dha’ifun jiddan (sangat lemah) karena ia merupakan salah satu riwayat Ahmad bin Muhammad bin Imran yang dikenal dengan panggilan Ibnul Jundi. Al Khathib berkata di dalam Tarikh-nya (5/77): ‘Orang ini dilemahkan riwayat-riwayatnya dan ada celaan pada madzhabnya.’ Maksudnya: karena ia cenderung pada ajaran Syi’ah. Ibnu ‘Iraq berkata di dalam Tanziihusy Syari’ah Al Marfuu’ah (1/33): ‘Dia adalah pengikut Syi’ah. Ibnul Jauzi menuduhnya telah memalsukan hadits.’ Hadits ini pun telah dinyatakan lemah oleh Al Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah sebagaimana dinukil dalam Futuhaat Rabbaniyah (3/290) silakan periksa Hushuulul Ma’muul, hal. 9). Adapun hadits: ‘Kullu amrin laa yubda’u fiihi bibismillaahiirahmaanirrahiim fahuwa ajdzam’ adalah hadits dha’if, didha’ifkan Syaikh Al Albani dalam Dha’iful Jaami’ 4217 (lihat catatan kaki Tafsir Al-Qur’an Al ‘Azhim tahqiq Hani Al Hajj, 1/24).
Hikmah Memulai dengan Basmalah
Hikmah yang tersimpan dalam mengawali perbuatan dengan bismillahirrahmaanirraahiim adalah demi mencari barakah dengan membacanya. Karena ucapan ini adalah kalimat yang berbarakah, sehingga apabila disebutkan di permulaan kitab atau di awal risalah maka hal itu akan membuahkan barakah baginya. Selain itu di dalamnya juga terdapat permohonan pertolongan kepada Allah ta’ala (lihat Syarh Kitab Kasyfu Syubuhaat Syaikh Shalih Al-Fauzan, hal. 17). Selain itu basmalah termasuk pujian dan dzikir yang paling mulia (lihat Taudhihaat Al Kasdalamyifaat, hal. 48).
Apakah Basmalah Termasuk Al Fatihah ?
Syaikh Al ‘Utsaimin berkata: “Dalam masalah ini terdapat perbedaan pendapat di antara para ulama. Ada di antara mereka yang berpendapat ia adalah termasuk ayat dari Al Fatihah dan dibaca dengan keras dalam shalat jahriyah (dibaca keras oleh imam) dan mereka berpandangan tidak sah orang yang shalat tanpa membaca basmalah karena ia termasuk surat Al Fatihah. Dan ada pula di antara mereka yang berpendapat bahwa ia bukan bagian dari Al Fatihah namun sebuah ayat tersendiri di dalam Kitabullah. Pendapat inilah yang benar. Dalilnya adalah nash serta konteks isi surat tersebut.” Kemudian beliau merinci alasan beliau (lihat Tafsir Juz ‘Amma, hal. 9 cet Darul Kutub ‘Ilmiyah).
Sahkah Shalat Tanpa Membaca Basmalah ?
Dari Anas radhiyallahu ‘anhu: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Bakar dan Umar mengawali shalat dengan membaca Alhamdulillaahi Rabbil ‘aalamiin (Muttafaqun ‘alaihi). Muslim menambahkan: Mereka semua tidak membaca bismillaahirrahmaanirrahiim di awal bacaan maupun di akhirnya. Sedangkan dalam riwayat Ahmad, Nasa’i dan Ibnu Khuzaimah Anas berkata: Mereka semua tidak mengeraskan bacaan bismillaahirrahmaanirrahiim. Di dalam riwayat lainnya dalam Shahih Ibnu Khuzaimah dengan kata-kata: Mereka semua membacanya dengan sirr (pelan)
Diantara faidah yang bisa dipetik dari hadits di atas adalah:
1. Tata cara Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para khulafa’ur rasyidin membuka bacaan shalat dengan alhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin.
2. Hadits ini menunjukkan bahwa basmalah bukan termasuk bagian awal dari surat Al Fatihah. Oleh sebab itu tidak wajib membacanya beriringan dengan surat ini. Akan tetapi hukum membacanya hanyalah sunnah sebagai pemisah antara surat-surat, meskipun dalam hal ini memang ada perselisihan pendapat ulama.
Para imam yang empat berbeda pendapat tentang hukum membaca basmalah:
1. Imam Abu Hanifah, Syafi’i dan Ahmad berpendapat bacaan itu disyari’atkan di dalam shalat.
2. Imam Malik berpendapat bacaan itu tidak disyari’atkan untuk dibaca dalam shalat wajib, baik dengan pelan maupun keras.
Kemudian Imam yang tiga (Abu Hanifah, Syafi’i dan Ahmad) berselisih tentang hukum membacanya:
1. Imam Abu Hanifah dan Ahmad berpendapat membacanya adalah sunnah bukan wajib karena basmalah bukan bagian dari Al Fatihah.
2. Imam Syafi’i berpendapat membacanya adalah wajib.
(lihat Taudhihul Ahkaam, 1/413-414 cet. Dar Ibnul Haitsam)
Menjahrkan Basmalah dalam Shalat Jahriyah
Syaikh Ibnu ‘Utsaimin ditanya: Apakah hukum menjahrkan (mengeraskan bacaan) basmalah? Beliau menjawab: “Pendapat yang lebih kuat adalah mengeraskan bacaan basmalah itu tidak semestinya dilakukan dan yang sunnah adalah melirihkannya karena ia bukan bagian dari surat Al Fatihah. Akan tetapi jika ada orang yang terkadang membacanya dengan keras maka tidak mengapa. Bahkan sebagian ulama ada yang berpendapat bahwa hendaknya memang dikeraskan kadang-kadang sebab adanya riwayat yang menceritakan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengeraskannya (HR. Nasa’i di dalam Al Iftitah Bab Qiro’atu bismillahirrahmaanirrahiim (904), Ibnu Hibban 1788, Ibnu Khuzaimah 499, Daruquthni 1/305, Baihaqi 2/46,58) Akan tetapi hadits yang jelas terbukti keabsahannya menerangkan bahwa beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa tidak mengeraskannya (berdasarkan hadits Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu: Aku pernah shalat menjadi makmum di belakang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, di belakang Abu Bakar, di belakang Umar dan tidak ada seorang pun di antara mereka yang memperdengarkan bacaan bismillahirrahmanirrahiim (HR. Muslim dalam kitab Shalat Bab Hujjatu man Qoola la yajharu bil basmalah (399)) Akan tetapi apabila seandainya ada seseorang yang menjahrkannya dalam rangka melunakkan hati suatu kaum yang berpendapat jahr saya berharap hal itu tidak mengapa.” (Fatawa Arkanil Islam, hal. 316-317)
Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al Bassaam mengatakan: “Syaikhul Islam mengatakan: Terus menerus mengeraskan bacaan (basmalah) adalah bid’ah dan bertentangan dengan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan hadits-hadits yang menegaskan cara keras dalam membacanya semuanya adalah palsu.” (Taudhihul Ahkaam, 1/414) Imam Ibnu Katsir mengatakan : “…para ulama sepakat menyatakan sah orang yang mengeraskan bacaan basmalah maupun yang melirihkannya…” (Tafsir Al-Qur’an Al ‘Azhim, 1/22).
***
Penulis: Abu Mushlih Ari Wahyudi
Artikel www.muslim.or.id
[-read more-]
Diposting oleh
Ros Rose'diana
di
03.38
0
komentar
Label: info
Buka saja..
ayo baca sesuatu dsini...
http://tanbihul_ghafilin.tripod.com/valentineday.htm
[-read more-]
Diposting oleh
Ros Rose'diana
di
03.20
0
komentar
Label: info
Kultur In Vitro

Teknologi kultur in vitro yang lebih dikenal dengan kultur jaringan merupakan suatu teknik mengembangbiakkan potongan jaringan tanaman di dalam media buatan yang steril. Teknologi ini didasari oleh sifat sel yang masing-masing mampu membentuk individu baru secara utuh yang mempunyai sifat identik dengan induknya khususnya sel yang masih muda baik yang berasal dari organ vegetatif misalnya akar, batang dan daun maupun organ generatif yaitu embrio datau bagian dari bunga.
Medium yang digunakan untuk membiakkan potongan jaringan tersebut mengandung makanan berupa unsur-unsur hara makro dan mikro. Disamping itu , ke dalam medium juga ditambahkan sumber karbon yang berasal dari sukrosa dan gula, vitamin dan zat pengatur tumbuh yang berfungsi untuk memacu pertumbuhan dan meningkatkan kemampuan sel untuk menjadi calon tanaman atau planlet.
Unsur makro dan mikro digunakan dalam bentuk senyawa garamnya. Sedangkan vitamin yang berfungsi untuk pertumbuhan umumnya dari kelompok vitamin B (B1, B6 dan B12). Pembentukan embrio somatik atau penggandaan tunas memerlukan zat pengatur tumbuh dari jenis sitokinin dan auksin. Medium yang digunakan dapat berupa cairan atau padatan dengan menambahkan agar. Media dalam botol yang berisi potongan jaringan kemudian ditempatkan dalam ruang dengan suhu dan kelembapan ruang nisbi yang terkontrol (berAC), dengan pencahayaan 12 jam per hari yang berasal dari lampu neon dengan intensitas cahaya antara 3.000 – 10.000 luks.
Perkembangan eksplan di dalam kutlur media menjadi planlet dapat terjadi melalui beberapa alur. Namun alur yang umum digunakan untuk keperluan komersial adalah melalui pembentukan tunas atau embrio adventitif secara langsung menggunakan eksplan potongan batang muda yang memiliki calon tunas samping. Pembentukan tunas adventitif secara langsung menggunakan eksplan potongan batang muda yang memiliki calon tunas samping. Dengan adanya sitokinin di dalam medium menyebabkan tunas mengandakan diri secara terus menerus membentuk tunas-tunas baru dalam jumlah ribuan bahkan jutaan tunas, selanjutnya diakarkan menjadi planlet. Proses ini disebut organogenesis atau dikena juga dengan istilah mikropropagasi.
Cara lain yang dapat ditempuh adalah pembentukan embrio tanpa melalui persilangan, disebut embrio somatik yang umumnya dapat diinduksi dari jaringan vegetatif misalnya potongan daun. Proses pembentukan embrio somatik disebut embiogenesis somatik. Sifat genetik individu yang berkembang dari embrio genetik ini identik dengan sifat genetis tanaman yang digunakan sebagai sumber potongan jaringan yang dikulturkan. Hal tersebut dengan embrio (biji) yang pembentukannya melibatkan organ seksual atau persilangan antar induk jantan dan betina sehingga sifat genetis individu hasil silangan merupakan gabungan kedua sifat induknya.
Planlet dari dalam tabung perlu dipersiapkan sebelum dipindahkan ke lapangan melalui tahapan penyesuian terhadap lingkungan luar yang disebut aklimatisasi. Dalam tahapan ini planlet yang terbiasa mendapatkan pasokan hara secara optimum dari dalam medium pot dengan hara agak berkurang. Di samping itu pencahayaan, suhu, dan kelembaban udara disesuaikan dengan lingkungan luar secara bertahap mirip dengan kondisi pembibitan. Hal ini akan memaksa planlet melakukan kehidupan secara mandiri, yakni memproduks bahan makanannya melalui fotosintesis dan memperkuat struktur tubuhnya agar tahan terhadap tekanan lingkungan luar. Planlet dengan penampilan yang cukup meyakinkan mampu bertahan hidup dengan baik di lapangan (Nurhaimin-Haris & Nurita Toruan-Mathias).
[-read more-]
Diposting oleh
Ros Rose'diana
di
02.26
0
komentar
Label: Duniaku..
Manfaat mematikan lampu pada saat tidur
Mematikan lampu ketika tidur malam yang gelap diam-diam berkolaborasi dengan tubuh. Hanya dalam keadaan yang benar-benar gelap tubuh menghasilkan Melantonin, salah satu hormon dalam sistem kekebalan yang mampu memerangi dan mencegah berbagai penyakit termasuk kanker payudara dan kanker prostat.
Sebaliknya, tidur dengan lampu menyala di malam hari - sekecil apapun sinarnya menyebabkan produksi hormon melantonin terhenti. Biolog Joan Roberts menemukan rahasia ini setelah melakukan percobaan pada hewan. Ketika hewan diberi cahaya buatan pada malam hari, melantoninnya menurun dan sistem kekebalan tubuhnya melemah. Rupanya, cahaya lampu - seperti juga TV - menyebabkan hormon menjadi sangat lelah.
Oleh karena itu, selain menghemat energi,dengan mematikan lampu ketika tidur merupakan cara alami untuk meningkatkan kesehatan tubuh.
Sumber : http://ahzami.wordpress.com
[-read more-]
Diposting oleh
Ros Rose'diana
di
01.44
0
komentar
Label: For Healty
Rabu, 11 Februari 2009
Alhamdulillah...tiada yang sia-sia
alhamdulillah...tiada yang sia-sia
kerja keras selama 2 hari tuk menyelesaikan proposal PKMP ternyata tidak sia-sia. Kemarin, smpt baca surat dari rektorat yang intinya memberi info klo' proposal tim kami lolos seleksi, dan rencana penelitian itu akan mendapat bantuan dana dari dikti. Alhamdulillah...
Meskipun sebenarnya, saya, juga teman2 se-tim sebenarnya sempat lupa klo' kami pernah ikut PKMP, ya biasalah..pengaruh terlalu sibuk (atau so' sibuk) makanya hal2 yang sudah lama terjadi sering terlupakan.
Awalnya, agak kurang percaya juga klo' tim kami lolos, tapi karena surat keputusan sudah di tangan, jadi ya...percaya g percaya harus percaya,hehe...
kembali mereview pengalaman waktu penyusunan proposal ini. Infi ttg PKMP kami dapat 3 hari sebelum terakhir pengumpulan, itupun kami dapat pas dah mo pulang.
Jadi konsen pembuatan proposalnya cuma' 2. tetapi, ....bersambung, dah malam!!!
[-read more-]
Diposting oleh
Ros Rose'diana
di
01.38
0
komentar
Label: Pengalaman
Rabu, 04 Februari 2009
Selama Dua Bulan itu...
Lagi2 me-review kejadian2 beberapa bulan lalu. Bulan Juli-September 2008. Bulan Juli, rombongan mahasiswa KKN Antara Unhas diberangkatkan ke lokasi masing2. Ros sendiri dapat lokasi di kabupaten Bone. Awalnya agak kecewa juga cz tidak seorang pun teman sejurusan dan seangkatanku yang dpt daerah Bone, tapi karena itu keputusan, jadi terima saja…Meskipun awalnya sempat kecewa, tapi ternyata lokasi ini tidak mengecewakan.
Magrib pertama di lokasi KKN, tepatnya di kec. DB desa ML bersama org2 yang sungguh tidak saya kenali (kecuali satu orang senior, yg kbtulan seposko). Satu pekan pertama di lokasi, rasanya sangat membosankan. Betul2 membosankan karena belum ada kegiatan, belum kenal juga dengan masyarakat di lokasi. Jadi hari2 itu kami lalui dengan omelan2 kecil dalam hati (karena jenuh plus bosan). Bagaimana tidak, pagi setelah sholat, siap2 jalan2 pagi (istilah kerennya ‘survey lokasi’). Pulang survey, langsung sarapan kemudian mandi, bersih-bersih (bareng pembantunya ibu desa). Setalah selesai, masuk kamar, dengar music, main game, sms-an atau tidur. Duhur, sholat duhur, makan siang, cuci piring, kemudian masuk kamar dan tidur lagi. Sore, jalan-jalan lagi sampai jelang magrib. Magrib, sholat magrib, nonton, makan malam, nyupir, nonton lagi atau main game, atau sms-an lagi, atau masuk kamar lagi mendekam… Ini dilakoni selama beberapa hari. Bagaimana tidak bosan coba’?
Selama satu pekan pertama itu, selain menggerutu dengan kebosanan yang ada, juga tidak habis-habisnya mengucap syukur, kenapa???karena setelah melakukan survey lewat sms, ternyata posko yang saya tempati jauh jauh dan jauh lebih baik jika dibandingkan dengan teman2 di lokasi lain. Di posko ML, rumahnya bagus, orang rumahnya ramah, ada pembantunya lagi. Kamarnya luas plus tempat tidur yang empuk. Kamar mandi plus toiletnya memenuhi syarat standar kesehatan (maksudnya?). Airnya lancar, transportasi lancar, jaraknya ke kota kecamatan tidak terlalu jauh, ada hewan peliharaan yang bisa di ajak ngobrol (Nuri), di sekitar rumah banyak sawah (fresh) dan di dekat rumah pula ada beberapa pohon kelapa yang lebat buahnya (bisa di makan, gratisssss…ckup belikan rokok tukang panjatnya). Tapi tetap saja ada hal2 yang tidak sreg di hati yaitu di lokasi ini, banyak anjingnya, hiiiii….syereeeem…(ros sangat takut dgn anjing, trauma cz sdh 2x dikejar anjing, betul2 dikejar). Slain itu, kekurangan yang lainnya yaitu di posko ML, signal kurang bagus, dan mis kring-kring yang paling sering ngomel soal signal(sebutan untuk teman2 dposko yang paling rajin nelfon ataupun trima telfon, khusus cwe’). Soal signal, di posko ML lucu…sekitar 10 meter dari rumah, ada pos kamling. RD (cwo’), salah seorang teman poskonya Ros yang paling sering nongkrong di pos ini. Dan jadwalnya jelas. Sekitar jam 7-8 pagi. Klo’ tdk ke sekolah, dilanjutkan jam 10 sampe duhur. Kemudian sore sekitar jm 3.30 (stlh shlt ashr) lanjut lagi sampe jam 5 (klo’ da ikut jalan2 atau ke sawah), Karena itulah, si RD ini di beri nama “si penjaga poskamling”.
Selama dua bulan di lokasi kkn, banyak cerita yang tersimpan di memoriku. Mulai dari cerita tentang keunikan teman-teman posko, tentang kegialan-kegilaan yang terjadi di posko, tentang acara makan2 kelapa muda di sawah, tentang ROS diBURU ANJING, tentang pengalaman ngajar di SD, tentang pengalaman ngajar TPA, tentang kegiatan membersihkan mesjid, tentang agenda jalan-jalan ke posko lain, tentang kegilaan saat jalan2 ke kota Bone seharian, tentang kegiatan karnaval UNICEF, tentang latihan vocal group, tentang acara 17-an, tentang acara perpisahan, tentang acara nonton bareng,tentang acara pernikahan, dan masih banyak lagi.
Selama dua bulan di lokas kkn, ros bisa mengenal teman-teman seposko yang awalnya tidak kenal, yang awalnya tidak pernah ketemu di kampus meskipun tetangga fakultas. Mulai dari Eny (kosmik), Sabir, Rudi (Pmerintahan), Idar (pertanian), Lisa, Opan (perikanan). Dari setiap kepala ini ada ros coba ingat2 siapa mereka….
- Eny, cwe’ behel asli Raha…paling pintar masak masakan aneh2 dan sangat tidak menyukai sayuran yang berwarna hijau. Orangnya enak diajak ngobrol, punya banyak cerita aneh2
- Idar, cwe’ rebut asli Palopo..paling suka’ macalla, paling banyak kalasinya, paling tidak tau masak, paling sering nongkrong di tempat tidur, tapi paling rajin mandi.
- Lisa, cwe’ kacamata asli Enrekang…Paling sering jadi korban keusilannya Ros, paling sering diganggui sama teman posko, paling sering begadang main game dan paling suka nongkrong di dpn TV klo’ pagi, nonton spongbob. Kata teman2 dPosko, k’ Lisa sifatnya sangat kekanak-kanakan (entahlah, z bude jg bilang getoo…)
- Sabir, laki-laki jangkung plus kurus asli Siwa. Bagi dia, biar g sarapan yang jelas kereta masih jalan, maksudnya, biar tdk ada sarapan, yang jelasnya masih ada rokok. Klo’ ros perhatikan, ky’nya dy bisa habiskan satu bungkus rokok dalam waktu 1 hari (betul2 perokok aktif). Orangnya sabar, tidak banyak bicara, tapi skali bicara, langsung kena’, pa lagi klo’ macalla’ki juga. Paling banyak sms lucu-nya di HP (hasil inspeksi-nya Bude). Eh satu lagi, gifooooo juga, rivalku di posko.
- Rudi, to Mandar. Paling sering nelfon. Karena prestasinya sebagai pelanggan setia telkomsel dan pengunjung setia pos kamling, makanya dia diberi gelar “si penjaga pos kamling”. Rudi, banyak kalasinya juga klo’ minta tolongQ, sering ganggui orang, termasuk Ros (ros juga kan orang…)
- Opan, si gondrong asalm Palopo. Kordesnya posko ML. paling sering balik ke Mks, paling susah dibangunkan klo’ pagi, paling lama klo’ mandi dan paling sering nyanyi klo’ dKamar mandi. Orang pertama yang buat omlet di posko. Paling sering ketuk pintu kamar cwe’ minta pinjam sisir, dan paling sering pinjam ikat rambut (tapi tidak dikembalikan…)
Diantara teman2 ini, ros yang paling muda (cieeeee…), paling kecil, tapi paling manis (narsis boleh dunk, blum haram-ji to..??)
Selama dua bulan ini, tercatat, ada 3 kali ros tidak tidur malam, betul-betul2 tidak tidur semalaman. Pernah karena input data (titipan tugas dari Aji Anis), pernah karena begadang nonton, kemudian dilanjutkn dengan terima telfon, truz lanjut lagi maen game (makanya tdk tidur) dan juga pernah karena ngetik laporan desa (malam terakhir di Lokasi).
Ckup sampe’ sni aj dl, mo men game dlu. wslm
[-read more-]
Diposting oleh
Ros Rose'diana
di
20.03
0
komentar
Label: ttg ros
Ukhtiku… mengapa kau tanggalkan jilbabmu?
“Ley, jam brapa skrg?” tanyaku pada Leha yang akrab disapa Ley.
“jam Sembilan lewat. Knp?” Ley menjawab dan balik bertanya.
“tidak, cuma tanya sj” jawabku.
Hm..jam 9 lewat, napa bu Dewi belum masuk ngajar ya? Padahal lagi semangat2 ini mau blajar (biasanya kan agk malas getoo..), atau z cek di kantor sj, itung2 skalian juga cuci mata, ngecengin kk’ kelas yg lg maen bulu tangkis
Setelah ngecek di kantor, juga dah Tanya ke guru piket, ternyata ibu Dewi lagi sakit, so pasti dia tidak masuk ngajar hari ini. Sempat senang juga seeeeh…kan punya banyak waktu tuk nongkrong di aula.
Kulangkahkan kaki mungilku menuju ke teras mushollah sekolah. Ini jg jd tempat favorit teman2 di sekolah kami. Alasan mereka macam2, mulai dari alasan karena tempat ini sejuk, karena ita bisa nonton pemain bulu tangkis yang so’ jago (brani nantangin Taufik hidayat), karena lebih mudah klo’ mau sholat kan di teras mushollah, karena dekat kantin, juga karena tempat ini paling strategit tuk liat2 teman2 dari kelas lain (kale aj diantara mreka ada yg enak di pandangin)..tapi itu kebanyakan alasan konyol dari teman2 cowo’. Klo saya sendiri, suka tempat ini karena banyak teman, banyak orang yang bisa di ajak ngobrol.
Satu hal yang paling sering saya perhatikan klo’ lagi du2k di teras mushollah yaitu, akhwat2 yang jalan di tempat manapun yang mataku masih bisa melihatnya. Mereka dalam pandanganku kelihatan begitu cantik, begitu anggun dengan jilbabnya, apalagi jika ujung jilbabnya tertiup angin sepoi-sepoi, weitz..indahnya… Ima, seorang akhwat yang paling sering saya perhatikan. Selain karena jilbabnya, juga karena tutur katanya yang halus, sopan murah senyum dan tidak sekke’ lagi… Karena ini pula, sempat terlintas difikiranku, mungkinkah saya bisa seperti mereka???
Cerita ini terjadi sekitar lima tahun yang lalu sewaktu saya masih baru2 di bangku kelas 2 SMA.
………………………-------------------………………………….
Semester akhir di kelas 2, akhirnya saya ikut kajian pekanan di mushollah. Dari kajian rutin ini saya mendapatkan ilmu tentang banyak hal, termasuk dalam hal ini tentang jilbab. Kajian ini saya ikuti hingga kelas 3 SMA meskipun tidak selalu datang (makalasi). Setelah lama ikut, baru kemudian saya tahu kalo’ kajian inilah yang disebut tarbiyah (yang sering di bicarakan Ima dengan akhwat yang lain). Singkat cerita, Alhamdulillah, setelah kelompok tarbiyah yang saya ikuti sehat, saya-nya juga jadi agk sehat. Tapi tidak dengan Ima (waktu itu, setelah diadakan regrouping, saya sekelompok dengan Ima). Beberapa pekan dia tidak datang. Ditanya kenapa, juga dia tidak memberikan alas an yang betul2 pas. Di sekolah, hubungan kami pun agak renggang, bukan karena saling menjauh, tetapi karena kelas kami yang beda, juga karena kesibukan masing2 tuk persiapan UAN. Satu bulan menjelang UAS/UAN, untuk sementara tarbiyah tidak aktif. Jadi selama satu bulan itu, tidak ada lingkaran kecil di teras rumahnya k’ En. Dan selama satu bulan itu, semakin jarang lagi ketemu dengan Ima.
……………..--------------------………………………..
Beberapa hari setelah UAN, saya sempat janjian dengan Ima untuk ke NF, rencananya mau daftar bimbel kelas intensive tuk persiapan SPMB. Meskipun lama tidak pernah lagi ngobrol lama2 dengan ukhti yang satu ini, tapi tenyata masih bisa buat janjian tuk pergi bareng .
Hari H tiba. Alangkah kagetnya saya bukan kepalang melihat penampilan Ima hari itu. Bagaimana tidak, pakaian yang ia kenakan yaitu kerudung kecil yang dililit di kepala (biasa liat kan?), baju kaos agak ketat (menurut saya) dan juga CELANA PANJANG (Jeans). Naudzubillah…
“Ya Allah, apa yang terjadi dengan saudariku? Kemana saja saya, kenapa tidak pernah melihat perubahan pada saudariku? kemana saja saya, kenapa tidak pernah menanyakan kabarnya? dan kemana saja segala nasehat yang pernah Ima berikan ke saya tentang pentingnya ber-jilbab? kemana semua itu? Kemana? Apakah Ima sendiri telah lupa dengan nasehat2nya itu? “ semua pertanyaan2 itu hanya berputar2 di otak kecilku, tidak sanggup ku ucapkan. Hanya senyum miris yang bisa saya tampakkan menyambut senyuman cerianya hari itu. Ya Allah…
[-read more-]
Diposting oleh
Ros Rose'diana
di
19.58
0
komentar
Sabtu, 31 Januari 2009
Bila Keputihan Mendera
Apakah Anda pernah mengalami keluarnya cairan berwarna putih dan terasa gatal di area Miss V? Well.. Inilah yang dimaksud dengan keputihan dan jangan anggap enteng masalah ini, apalagi jika keputihan itu berbau dan berubah warna. Bisa jadi ini indikasi penyakit lho.
Menurut para ahli medis keputihan merupakan istilah awam untuk cairan yang keluar dari vagina. Istilah medisnya adalah Fluor albus.
Cairan yang keluar dari vagina bisa normal (fisiologis) atau tidak normal (patologis). Nah yang tidak normal inilah yang terindikasi penyakit.
Cairan vagina normal memiliki ciri-ciri antara lain warnanya putih jernih, bila menempel pada pakaian dalam berwarna kuning terang, konsistensi seperti lendir (encer-kental) tergantung siklus hormon, tidak berbau serta tidak menimbulkan keluhan.
Pada saat tertentu, memang terjadi peningkatan jumlah cairan secara fisiologis, namun hal itu bukan indikasi penyakit. Jumlah cairan vagina meningkat dalam kondisi peningkatan jumlah hormon pada sekitar masa haid atau saat hamil, rangsang seksual, stres atau kelelahan, penggunaan obat-obatan atau alat kontrasepsi.
Kapan cairan vagina dikatakan tidak normal? Yaitu jika jumlahnya lebih banyak dari biasa dan terus menerus muncul hingga terasa mengganggu, berbau amis, apek, busuk, berarna putih susu, kuning tua, coklat, kehijauan bercampur darah.
Selain ciri di atas, cairan vagina yang tidak normal juga ditandai dengan konsistensi encer, berbuih hingga kental menggumpal seperti susu basi disertai timbulnya kelainan pada daerah kelamin luar seperti benjolan atau luka-luka semacam sariawan, menimbulkan rasa gatal panas atau disertai rasa nyeri saat buang air kecil atau berhubungan seksual.
Ada berbagai penyebab keputihan yang tidak normal, dibedakan infeksi dan bukan infeksi. Penyebab infeksi adalah bakteri (Chlamydia, N. gonorrhoeae, bakterial vaginosis, dll), jamur (Candida sp), parasit (Trichomonas vaginalis).
Sedang yang bukan infeksi antara lain kanker leher rahim, polip serviks, gangguan keseimbangan flora vagina akibat pemakaian antiseptik (douche vagina) secara terus-menerus, alergi (spermisid, kondom, tisu KB), iritasi (dispareunia/sakit saat berhubungan intim, menopause).
Keputihan secara umum merupakan salah satu bentuk dari vaginitis atau peradangan vagina yang disebabkan pertumbuhan berlebihan Candida, jamur mikroskopis yang mendiami vagina. Saat kondisi vagina lebih basah, jamur akan leluasa tumbuh dan berkembang sehingga menyebabkan keputihan. Sebagai informasi, derajat keasaman vagina yang normal berkisar 3,8-4,2, menjaga populasi Candida dalam batas pertumbuhan normal. Saat kondisi vagina abnormal, akan tumbuhlah flora lain secara tidak normal alias dalam jumlah banyak yang mengganggu keseimbangan ekosistem vagina.
Kenapa keputihan tak boleh diremehkan?
Zaman yang sudah maju dan akses informasi yang mudah memungkinkan hampir setiap orang untuk mendiagnosis penyakit, kemudian mengobatinya sendiri. Hingga yang sering terjadi adalah salah diagnosis, salah obat dan berujung pada makin parahnya kondisi yang sudah ada. Gawat kan?
Menurut ahli medis hal ini sering terjadi pada kasus keputihan. Banyak perempuan merasa malu mengutarakan penyakit yang berhubungan dengan area bawah ini. Bahkan beberapa dari mereka menganggap keputihan adalah hal wajar sehingga tidak perlu diobati. Banyak di antara kita yang belum menyadari bahwa keputihan bisa menjadi tanda awal dari penyakit yang lebih berat, hingga menyebabkan kemandulan atau kanker. Jika keputihan tampak 'tidak wajar', segera ke dokter kebidanan dan kandungan.
[-read more-]
Diposting oleh
Ros Rose'diana
di
04.10
0
komentar
Label: ttg wanita
Selasa, 20 Januari 2009
Taujih Ust. Rahmat Abdullah (Alm) : Gairah Cinta dan Kelesuan Ukhuwwah
Mungkin terjadi seseorang yang dahulunya saling mencintai akhirnya saling memusuhi dan sebaliknya yang sebelumnya saling bermusuhan akhirnya saling berkasih sayang. Sangat dalam pesan yang disampaikan Kanjeng Nabi SAW : "Cintailah saudaramu secara proporsional, mungkin suatu masa ia akan menjadi orang yang kau benci. Bencilah orang yang kau benci secara proporsional, mungkin suatu masa ia akan menjadi kekasih yang kau cintai." (HSR Tirmidzi, Baihaqi, Thabrani, Daruquthni, Ibn Adi, Bukhari). Ini dalam kaitan interpersonal. Dalam hubungan kejamaahan, jangan ada reserve kecuali reserve syar'i yang menggariskan aqidah "La tha'ata limakhluqin fi ma'shiati'l Khaliq". Tidak boleh ada ketaatan kepada makhluq dalam berma'siat kepada Alkhaliq. (HR Bukhari, Muslim, Ahmad dan Hakim).
Doktrin ukhuwah dengan bingkai yang jelas telah menjadikan dirinya pengikat dalam senang dan susah, dalam rela dan marah. Bingkai itu adalah : "Level terendah ukhuwah (lower), jangan sampai merosot ke bawah garis rahabatus' shadr (lapang hati) dan batas tertinggi tidak (upper) tidak melampaui batas itsar (memprioritaskan saudara diatas kepentingan diri).
Bagi kesejatian ukhuwah berlaku pesan mulia yang tak asing di telinga dan hati setiap ikhwah : "Innahu in lam takun bihim falan yakuna bighoirihim, wa in lam yakunu bihi fasayakununa bighoirihi" (Jika ia tidak bersama mereka, ia tak akan bersama selain mereka. Dan mereka bila tidak bersamanya, akan bersama selain dia). Karenanya itu semua akan terpenuhi bila `hati saling bertaut dalam ikatan aqidah', ikatan yang paling kokoh dan mahal. Dan ukhuwah adalah saudara iman sedang perpecahan adalah saudara kekafiran (Risalah Ta'lim, rukun Ukhuwah).
Gairah Cinta dan Kelesuan Ukhuwah
Karena bersaudara di jalan ALLAH telah menjadi kepentingan dakwah-Nya, maka "kerugian apapun" yang diderita saudara-saudara dalam iman dan da'wah, yang ditimbulkan oleh kelesuan, permusuhan ataupun pengkhianatan oleh mereka yang tak tahan beramal jama'i, akan mendapatkan ganti yang lebih baik. "Dan jika kamu berpaling, maka ALLAH akan gantikan dengan kaum yang lain dan mereka tidak akan jadi seperti kamu" (Qs. 47: 38).
Masing-masing kita punya pengalaman pribadi dalam da'wah ini. Ada yang sejak 20 tahun terakhir dalam kesibukan yang tinggi, tidak pernah terganggu oleh kunjungan yang berbenturan dengan jadwal da'wah atau oleh urusan yang merugikan da'wah. Mengapa ? Karena sejak awal yang bersangkutan telah tegar dalam mengutamakan kepentingan da'-wah dan menepiskan kepentingan lainnya. Ini jauh dari fikiran nekad yang membuat seorang melarikan diri dari tanggungjawab keluarga.
Ada seorang ikhwah sekarang sudah masuk jajaran masyaikh. Dia bercerita, ketika menikah langsung berpisah dari kedua orang tua masing-masing, untuk belajar hidup mandiri atau alasan lain, seperti mencari suasana yang kondusif bagi pemeliharaan iman menurut persepsi mereka waktu itu. Mereka mengontrak rumah petak sederhana. "Begitu harus berangkat (berdakwah-red) mendung menggantung di wajah pengantinku tercinta", tuturnya. Dia tidak keluar melepas sang suami tetapi menangis sedih dan bingung, seakan doktrin da'wah telah mengelupas. Kala itu jarang da'i dan murabbi yang pulang malam apalagi petang hari, karena mereka biasa pulang pagi hari. Perangpun mulai berkecamuk dihati, seperti Juraij sang abid yang kebingungan karena kekhususan ibadah (sunnah) nya terusik panggilan ibu. "Ummi au shalati : Ibuku atau shalatku?" Sekarang yang membingungkan justru "Zauji au da'wati" : Isteriku atau da'wahku ?".
Dia mulai gundah, kalau berangkat istri cemberut, padahal sudah tahu nikah dengannya risikonya tidak dapat pulang malam tapi biasanya pulang pagi, menurut bahasa Indonesia kontemporer untuk jam diatas 24.00. Dia katakan pada istrinya : "Kita ini dipertemukan oleh Allah dan kita menemukan cinta dalam da'wah. Apa pantas sesudah da'wah mempertemukan kita lalu kita meninggalkan da'wah. Saya cinta kamu dan kamu cinta saya tapi kita pun cinta Allah". Dia pergi menerobos segala hambatan dan pulang masih menemukan sang permaisuri dengan wajah masih mendung, namun membaik setelah beberapa hari. Beberapa tahun kemudian setelah beranak tiga atau empat, saat kelesuan menerpanya, justru istri dan anak-anaknyalah yang mengingatkan, mengapa tidak berangkat dan tetap tinggal dirumah? Sekarang ini keluarga da'wah tersebut sudah menikmati berkah da'wah.
Lain lagi kisah sepasang suami istri yang juga dari masyarakat da'wah. Kisahnya mirip, penyikapannya yang berbeda. Pengantinnya tidak siap ditinggalkan untuk da'wah. Perang bathin terjadi dan malam itu ia absen dalam pertemuan kader (liqa'). Dilakukan muhasabah terhadapnya sampai menangis-menangis, ia sudah kalah oleh penyakit "syaghalatna amwaluna waahluna : kami telah dilalaikan oleh harta dan keluarga" (Qs. 48:11). Ia berjanji pada dirinya : "Meskipun terjadi hujan, petir dan gempa saya harus hadir dalam tugas-tugas da'wah". Pada giliran berangkat keesokan harinya ada ketukan kecil dipintu, ternyata mertua datang. "Wah ia yang sudah memberikan putrinya kepadaku, bagaimana mungkin kutinggalkan?". Maka ia pun absen lagi dan dimuhasabah lagi sampai dan menangis-nangis lagi. Saat tugas da'wah besok apapun yang terjadi, mau hujan, badai, mertua datang dll pokoknya saya harus datang. Dan begitu pula ketika harus berangkat ternyata ujian dan cobaan datang kembali dan iapun tak hadir lagi dalam tugas-tugas dak-wah. Sampai hari ini pun saya melihat jenis akh tersebut belum memiliki komitmen dan disiplin yang baik. Tidak pernah merasakan memiliki kelezatan duduk cukup lama dalam forum da'wah, baik halaqah atau pun musyawarah yang keseluruhannya penuh berkah. Sebenarnya adakah pertemuan-pertemuan yang lebih lezat selain pertemuan-pertemuan yang dihadiri oleh ikhwah berwajah jernih berhati ikhlas ? Saya tak tahu apakah mereka menemukan sesuatu yang lain, "in lam takun bihim falan takuna bighoirihim".
Di Titik Lemah Ujian Datang
Akhirnya dari beberapa kisah ini saya temukan jawabannya dalam satu simpul. Simpul ini ada dalam kajian tematik ayat QS Al-A'raf Ayat 163 : "Tanyakan pada mereka tentang negeri di tepi pantai, ketika mereka melampaui batas aturan Allah di (tentang) hari Sabtu, ketika ikan-ikan buruan mereka datang melimpah-limpah pada Sabtu dan di hari mereka tidak bersabtu ikan-ikan itu tiada datang. Demikianlah kami uji mereka karena kefasikan mereka". Secara langsung tema ayat tentang sikap dan kewajiban amar ma'ruf nahyi munkar. Tetapi ada nuansa lain yang menambah kekayaan wawasan kita. Ini terkait dengan ujian.
Waktu ujian itu tidak pernah lebih panjang daripada waktu hari belajar, tetapi banyak orang tak sabar menghadapi ujian, seakan sepanjang hanya ujian dan sedikit hari untuk belajar. Ujian kesabaran, keikhlasan, keteguhan dalam berda'wah lebih sedikit waktunya dibanding berbagai kenikmatan hidup yang kita rasakan. Kalau ada sekolah yang waktu ujiannya lebih banyak dari hari belajarnya, maka sekolah tersebut dianggap sekolah gila. Selebih dari ujian-ujian kesulitan, kenikmatan itu sendiri adalah ujian. Bahkan, alhamdulillah rata-rata kader da'wah sekarang secara ekonomi semakin lebih baik. Ini tidak menafikan (sedikit) mereka yang roda ekonominya sedang dibawah.
Seorang masyaikh da'wah ketika selesai menamatkan pendidikannya di Madinah, mengajak rekannya untuk mulai aktif berda'wah. Diajak menolak, dengan alasan ingin kaya dulu, karena orang kaya suaranya didengar orang dan kalau berda'wah, da'wahnya diterima. Beberapa tahun kemudian mereka bertemu. "Ternyata kayanya kaya begitu saja", ujar Syaikh tersebut.
Ternyata kita temukan kuncinya, "Demikianlah kami uji mereka karena sebab kefasikan mereka". Nampaknya Allah hanya menguji kita mulai pada titik yang paling lemah. Mereka malas karena pada hari Sabtu yang seharusnya dipakai ibadah justru ikan datang, pada hari Jum'at jam 11.50 datang pelanggan ke toko. Pada saat-saat jam da'wah datang orang menyibukkan mereka dengan berbagai cara. Tapi kalau mereka bisa melewatinya dengan azam yang kuat, akan seperti kapal pemecah es. Bila diam salju itu tak akan me-nyingkir, tetapi ketika kapal itu maju, sang salju membiarkannya berlalu. Kita harus menerobos segala hal yang pahit seperti anak kecil yang belajar puasa, mau minum tahan dulu sampai maghrib. Kelezatan, kesenangan dan kepuasan yang tiada tara, karena sudah berhasil melewati ujian dan cobaan sepanjang hari.
Iman dan Pengendalian Kesadaran Ma'iyatullah
Aqidah kita mengajarkan, tak satupun terjadi di langit dan di bumi tanpa kehendak ALLAH. ALLAH berkuasa menahan keinginan datangnya tamu-tamu yang akan menghalangi kewajiban da'wah. Apa mereka fikir orang-orang itu bergerak sendiri dan ALLAH lemah untuk mencegah mereka dan mengalihkan mereka ke waktu lain yang tidak menghalangi aktifitas utama dalam da'wah? Tanyakan kepada pakarnya, aqidah macam apa yang dianut seseorang yang tidak meyakini ALLAH menguasai segalanya? Mengapa mereka yang melalaikan tugas da'wahnya tidak berfikir perasaan sang isteri yang keberatan ditinggalkan beberapa saat, juga sebenarnya batu ujian yang dikirim ALLAH, apakah ia akan mengutamakan tugas da'wahnya atau keluarganya yang sudah punya alokasi waktu ? Yang ia beri mereka makanan dari kekayaan ALLAH ?
Karena itu mari melihat dimana titik lemah kita. Yang lemah dalam berukhuwah, yang gerah dan segera ingin pergi meninggalkan kewajiban liqa', syuro atau jaulah. Bila mereka bersabar melawan rasa gerah itu, pertarungan mungkin hanya satu dua kali, sesudah itu tinggal hari-hari kenikmatan yang luar biasa yang tak tergantikan. Bahkan orang-orang salih dimasa dahulu mengatakan "Seandainya para raja dan anak-anak raja mengetahui kelezatan yang kita rasakan dalam dzikir dan majlis ilmu, niscaya mereka akan merampasnya dan memerangi kita dengan pedang". Sayang hal ini tidak bisa dirampas, melainkan diikuti, dihayati dan diperjuangkan. Berda'wah adalah nikmat, berukhuwah adalah nikmat, saling menopang dan memecahkan problematika da'wah bersama ikhwah adalah nikmat, andai saja bisa dikhayalkan oleh mereka menelantarkan modal usia yang ALLAH berikan dalam kemilau dunia yang menipu dan impian yang tak kunjung putus.
Ayat ini mengajarkan kita, ujian datang di titik lemah. Siapa yang lemah di bidang lawan jenis, seks dan segala yang sensual tidak diuji di bidang keuangan, kecuali ia juga lemah disitu. Yang lemah dibidang keuangan, jangan berani-berani memegang amanah keuangan kalau kamu lemah di uang hati-hati dengan uang. Yang lemah dalam gengsi, hobi popularitas, riya' mungkin– dimasa ujian – akan menemukan orang yang terkesan tidak menghormatinya. Yang lidahnya tajam dan berbisa mungkin diuji dengan jebakan-jebakan berkomentar sebelum tabayun.Yang lemah dalam kejujuran mungkin selalu terjebak perkara yang membuat dia hanya `selamat' dengan berdusta lagi. Dan itu arti pembesaran bencana.
Kalau saja Abdullah bin Ubay bin Salul, nominator pemimpin Madinah (d/h Yatsrib) ikhlas menerima Islam sepenuh hati dan realistis bahwa dia tidak sekaliber Rasulullah SAW, niscaya tidak semalang itu nasibnya. Bukankah tokoh-tokoh Madinah makin tinggi dan terhormat, dunia dan akhirat dengan meletakkan diri mereka dibawah kepemimpinan Rasulullah SAW ? Ternyata banyak orang yang bukan hanya bakhil dengan harta yang ALLAH berikan, tetapi juga bakhil dengan ilmu, waktu, gagasan dan kesehatan yang seluruhnya akan menjadi beban tanggungjawab dan penyesalan.
Seni Membuat Alasan
Perlu kehati-hatian – sesudah syukur – karena kita hidup di masyarakat Da'wah dengan tingkat husnuzzhan yang sangat tinggi. Mereka yang cerdas tidak akan membodohi diri mereka sendiri dengan percaya kepada sangkaan baik orang kepada dirinya, sementara sang diri sangat faham bahwa ia tak berhak atas kemuliaan itu. Gemetar tubuh Abu Bakar RA bila disanjung. "Ya ALLAH, jadikan daku lebih baik dari yang mereka sangka, jangan hukum daku lantaran ucapan mereka dan ampuni daku karena ketidaktahuan mereka", demikian ujarnya lirih. Dimana posisi kita dari kebajikan Abu Bakr Shiddiq RA ? "Alangkah bodoh kamu, percaya kepada sangka baik orang kepadamu, padahal engkau tahu betapa diri jauh dari kebaikan itu", demikian kecaman Syaikh Harits Almuhasibi dan Ibnu Athai'Llah.
Diantara nikmat ALLAH ialah sitr (penutup) yang ALLAH berikan para hamba-Nya, sehingga aibnya tak dilihat orang. Namun pelamun selalu mengkhayal tanpa mau merubah diri. Demikian mereka yang memanfaatkan lapang hati komunitas da'wah tumbuh dan menjadi tua sebagai seniman maaf, "Afwan ya Akhi".
Tetapi ALLAH-lah Yang Memberi Mereka Karunia Besar
Kelengkapan Amal Jama'i tempat kita `menyumbangkan' karya kecil kita, memberikan arti bagi eksistensi ini. Kebersamaan ini telah melahirkan kebesaran bersama. Jangan kecilkan makna kesertaan amal jama'i kita, tanpa harus mengklaim telah berjasa kepada Islam dan da'wah. "Mereka membangkit-bangkitkan (jasa) keislaman mereka kepadamu. Katakan : `Janganlah bangkit-bangkitkan keislamanmu (sebagai sumbangan bagi kekuatan Islam, (sebaliknya hayatilah) bahwa ALLAH telah memberi kamu karunia besar dengan membimbing kamu ke arah Iman, jika kamu memang jujur" (Qs. 49;17).
ALLAH telah menggiring kita kepada keimanan dan da'wah. Ini adalah karunia besar. Sebaliknya, mereka yang merasa telah berjasa, lalu – karena ketidakpuasan yang lahir dari konsekwensi bergaul dengan manusia yang tidak maksum dan sempurna – menunggu musibah dan kegagalan, untuk kemudian mengatakan : "Nah, rasain !" Sepantasnya bayangkan, bagaimana rasanya bila saya tidak bersama kafilah kebahagiaan ini?.
Saling mendo'akan sesama ikhwah telah menjadi ciri kemuliaan pribadi mereka, terlebih doa dari jauh. Selain ikhlas dan cinta tak nampak motivasi lain bagi saudara yang berdoa itu. ALLAH akan mengabulkannya dan malaikat akan mengamininya, seraya berkata : "Untukmu pun hak seperti itu", seperti pesan Rasulullah SAW. Cukuplah kemuliaan ukhuwah dan jamaah bahwa para nabi dan syuhada iri kepada mereka yang saling mencintai, bukan didasari hubungan kekerabatan, semata-mata iman dan cinta fi'Llah.
Ya ALLAH, kami memohon cinta-Mu, cinta orang-orang yang mencintai-Mu dan cinta kepada segala yang akan mendekatkan kami kepada cinta-Mu.
NB:
copas lagi
[-read more-]
Diposting oleh
Ros Rose'diana
di
04.40
0
komentar
Label: taujih
Hati-Hati Pilih Suami!
Suami bagi seorang wanita adalah pemimpin rumah tangga yang harus dicintai serta ditaati. Ketaatan seorang istri pada suaminya bisa menjadi pembuka pintu surga baginya. Karena itu, hendaknya seorang wanita berhati-hati dalam memilih calon suami. Perhatikanlah, kepada siapa engkau menyerahkan diri.
Agama, Kriteria Utama
Kehati-hatian dalam memilih calon suami, bukan berarti harus melalui serangkaian syarat yang njelimet.
Rasulullah b bersabda yang artinya,
“Kalau ada seorang lelaki yang engkau sukai karena agama dan akhlaknya bagus melamar putrimu, maka nikahkanlah dengan putrimu itu. Kalau tidak, akan terjadi bencana besar di muka bumi ini.” (Riwayat At-Tirmidzi)
Dari hadits di atas jelaslah bila kualitas agama menjadi kriteria pertama dan utama untuk memilih jodoh. Sebagaimana lelaki yang diperintahkan untuk mencari istri yang baik agamanya, maka demikian pula wanita. Salah satu tolok ukur mendasar kebaikan agama seorang lelaki adalah penjagaannya terhadap salat wajib berjamaah di masjid.
Selain itu, kualitas agama juga mencakup kebagusan akhlak, karena sebaik-baik lelaki adalah yang paling baik terhadap istrinya. Lelaki yang berakhlak mulia, akan bersikap lemah lembut dan sabar terhadap istrinya. Jika tidak suka ia tidak akan mencelanya, dan jika marah ia tidak akan menamparnya. Lelaki seperti inilah yang dapat mengantarkan istri pada kebahagiaan berumah tangga.
Apabila wali atau wanita itu hanya memperhatikan sisi harta, kedudukan dan pekerjaan calon suaminya, serta berbagai status dan ukuran-ukuran lain yang njelimet (misalnya bibit, bebet, bobot- Jawa) tetapi justru mengabaikan sisi agamanya, itu jelas kekeliruan besar.
Pentingnya Kecocokan Fisik
Setelah kualitas agama, faktor penting yang tak boleh diabaikan adalah kecocokan fisik. Sebelum menikah, hendaknya seorang wanita juga diberi kesempatan untuk menilai fisik dan penampilan calon suaminya, sebagaimana seorang lelaki dianjurkan untuk nazhar (melihat calon pasangan). Bila ada kecocokan, maka proses berikutnya bisa segera dilangsungkan.
Orang tua tidak boleh memaksa putrinya untuk menikah dengan pria yang tidak disukainya. Jadi, wanita juga berhak menolak seorang lelaki jika ia tidak menyukainya. Adanya kecocokan secara fisik dan karakter, akan lebih mudah menumbuhkan cinta di hati mereka setelah menikah.
Kemandirian Ekonomi
Faktor lain yang layak dijadikan bahan pertimbnagan saat memilih calon suami adalah kemandirian ekonomi. Seorang laki-laki ketika menikah, mempunyai kewajiban untuk memberi nafkah istrinya, termasuk makan, minum, pakaian dan tempat tinggal dengan cara yang baik. Setelah menikah, orang tua tidak mempunyai kewajiban memberi nafkah terhadap anak perempuannya, karena ia sudah dalam tanggungan suami.
Karena itu, seorang laki-laki hendaknya berusaha mandiri. Apalagi ketika ia telah memiliki niat untuk menikah, bahkan telah meminang. Berusaha memenuhi kebutuhan ekonomi diri sendiri dan keluarga adalah kehormatan, sehingga lebih bisa menegakkan kepala ketika ada sesuatu yang harus disikapi. Ketergantungan secara ekonomi kepada keluarga bisa melahirkan tekanan psikis dan konflik-konflik yang pelik manakala telah menikah.
Kemandirian ekonomi bisa diperoleh dengan cara bekerja. Bekerja dalam hal ini adalah melakukan apa pun yang secara halal dapat menghasilkan ma’isyah bagi kehidupan kita sehari-hari, tidak harus memiliki satu profesi di instansi atau perusahaan tertentu.
Kematangan Emosi
Selain kemandirian ekonomi, membangun rumah tangga baru juga memerlukan kemandirian sikap mental atau kematangan emosi. Adakalanya sebuah keluarga memiliki kemandirian ekonomi tetapi tidak punya kemandirian sikap mental. Mereka sangat bergantung secara psikis kepada orang tua, dan selalu melibatkan orang tua dalam mengambil keputusan, meskipun untuk masalah-masalah yang sederhana.
Selain itu, cara suami mempergauli istri juga memerlukan sikap mental yang matang. Bila istri salah atau khilaf, ia tidak boleh tergesa-gesa memarahi atau memukulnya, tetapi harus menasihati dengan sabar. Seorang yang memiliki kematangan emosi akan sadar bila semua butuh proses, dan proses memerlukan waktu.
Jadi, Saudariku, sebisa mungkin pilihlah calon suami yang selain baik agamanya juga memiliki kemandirian ekonomi dan kematangan emosi.
Jangan Tergesa-gesa
Untuk mengetahui apakah beberapa hal di atas dimiliki oleh seorang calon suami atau tidak, tentu harus dilakukan penelitian. Sebisa mungkin galilah informasi yang objektif tentang calon suami kepada orang yang mengenalnya atau mengerti kesehariannya. Misalnya kawan akrab calon suami atau keluarganya.
Jangan tergesa-gesa melanjutkan proses bila masih banyak hal yang belum jelas tentang dirinya. Menyegerakan nikah bukan berarti tergesa-gesa. Semua perlu kejelasan dan persiapan matang. Jangan sampai Anda menyesal di kemudian hari, hanya karena tergesa-gesa memburu sesuatu yang tampak indah. Ingat, wanita itu mudah tergoda. Karena itu, hati-hatilah menjaga hati saat proses menuju pernikahan berlangsung.
Ada baiknya bila selama proses itu Anda lebih mendekatkan diri pada-Nya, dan jangan lupa untuk salat istikharah. Bila memang si dia jodoh Anda, insyaallah Allah akan melancarkan segalanya. Bila memang belum berjodoh, yakinlah bahwa Allah akan mengganti dengan yang lebih baik.
Bagi yang sedang menanti calon suami, teruslah berdoa agar Allah menganugerahkan seorang suami yang salih. Persiapkan diri Anda menjadi istri salihah dambaan suami, yang bisa membahagiakan suami lahir dan batin
http://duniapernikahan.wordpress.com/
[-read more-]
Diposting oleh
Ros Rose'diana
di
04.19
0
komentar
Label: ttg wanita
Mitos Seputar Jerawat dan Pencegahanya
Masih jelas di memoriku, dulu jika jerawat mulai bermunculan di wajah,mulai deh diledek ma teman-teman..katanya lagi jatuh cinta-lah, lagi mau banyak rezeki-lah,kebanyakan makan kacang-lah, bahkan sering di katai "malas, muka sendiri tidak dipelihara, hikz..hikz.." Iyu dulu..ya..dulu waktu masih SMP-SMA, sewaktu belum begitu peduli dengan hal-hal ky' gini..Tetapi sekarang saat usia sudah dua puluhan, jerawat masih saja muncul. Kalau hanya satu dua, mungkin masih tenang, tapi kalau jerawat muncul terus menerus, berukuran besar dan disertai rasa sakit dan gatal, bukan hanya energi yang terkuras tetapi juga rasa percaya diri bisa hilang.iya g??pa lagi klo' posisinya di wajah sangat strategis dliat orang,hiiiii...
Semoga penjelasan berikut ini bisa membantu untuk lebih mengerti jerawat dan cara pencegahannya.
Penyebab jerawat
Jerawat bisa timbul akibat minyak alami yang diproduksi kulit menutup pori-pori. Minyak ini disebut sebum yang dihasilkan oleh kelenjar sebaceous. Sebenarnya sebum dibutuhkan oleh kulit untuk menjaga kelembaban dan kelenturan. Kelenjar sebaceous biasanya terdapat di lapisan kulit bagian wajah, leher dan dada ; adalah daerah yang sering ditumbuhi jerawat.
Masalah dengan jerawat muncul ketika bakteri di kulit terperangkap di kantung minyak dan terus menumpuk. Produksi sebum yang berlebihan juga memicu tumbuhnya jerawat. Kelenjar sebaceous yang terlalu aktif memproduksi minyak biasanya terjadi pada masa puber, tetapi bisa juga karena perubahan hormon.
Mitos yang salah
Makanan berminyak, cokelat dan makanan manis menyebabkan jerawat.
Yang benar :
penyebabnya bukan karena makanan tetapi produksi minyak di kulit yang berlebihan.
Mitos yang salah
Rambut berminyak menyebabkan jerawat
Yang benar :
kalau rambut menutupi bagian wajah dan menghalangi keluarnya minyak di kulit bisa saja terjadi demikian.
Mitos yang salah
Mencuci muka sesering mungkin bisa mengurangi jerawat
Yang benar : minyak alami di wajah akan hilang, akibatnya kulit akan lebih aktif memproduksi minyak sebagai pengganti minyak yang hilang.
Mitos yang salah
Memencet jerawat membuat jerawat cepat hilang
Yang benar :
tindakan itu hanya menyebabkan infeksi, membuat proses penyembuhan jadi lama dan meninggalkan noda hitam.
Mitos yang salah
Memakai pelembab menyababkan jerawat tambah parah
Yang benar :
kalau Anda memakai produk pembersih dan krim perawatan kulit yang sifatnya keras, maka gunakan pelembab yang bagus untuk mengatasi kulit kering, jika tidak kulit akan memproduksi minyak yang tidak diperlukan.
Mitos yang salah
Berkurangnya aktifitas seksual menyebabkan jerawat?
Yang benar : jerawat tidak ada hubungannya dengan kegiatan seksual.
Mitos yang salah
Lalu, bagaimana mengatasi jerawat ?
Untuk mengatasinya, gunakan produk untuk menghilangkan sebum. Paling baik adalah produk yang mengandung benzoyl peroxide, karena bisa mengurangi infeksi di kulit, selain itu bisa menghilangkan lapisan kulit mati yang menyumbat pori.
Ada pula produk yang mengandung antibiotik untuk menangkal infeksi. Produk yang mengandung vitamin A bisa digunakan tetapi mengandung efek samping.
Jika produk luar tidak efektif, obat-obatan yang diminum bisa dipertimbangkan. Obat jerawat yang mengandung antibiotik bisa digunakan sampai enam bulan. Obat ini akan bekerja melawan bakteri di kulit dan mengurangi produksi sebum. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter kulit.
Kaum wanita bisa memilih menggunakan pil kontrasepsi untuk mengendalikan produksi hormon testosteron. Tidak semua wanita cocok dengan pil ini dan bisa berakibat jerawat muncul lebih banyak, untuk itu terapi pil ini harus dalam pengawasan dokter.
Bekas jerawat
Teknologi kecantikan saat ini sudah menciptakan banyak produk untuk mencegah noda hitam akibat jerawat, tinggal disesuaikan dengan jenis kulit. Jika wajah Anda sudah terlanjur dihiasi bekas jerawat, kunjungi dokter kulit untuk melakukan terapi.
Tips untuk kulit sehat
- Cuci muka dua kali sehari. Ahli kulit merekomendasikan sabun yang lembut dan tidak mengandung parfum. Jangan terlalu sering mencuci muka, semakin sering maka kulit akan semakin aktif memproduksi minyak.
- Cobalah untuk menggunakan produk yang mengandung benzoyl peroxide
- Untuk mencegah kulit terlalu kering, gunakan pelembab yang tidak mengandung parfum.
- Minum air putih yang cukup untuk menjaga kelembaban kulit
- Konsumsi buah dan sayuran, karena mengandung anti oksidan yang bagus untuk kulit.
- Hindari produk kosmetik yang menyebabkan kulit berminyak dan makanan yang digoreng, karena bisa membuat kulit tambah berminyak.(*/An)
[-read more-]
Diposting oleh
Ros Rose'diana
di
04.01
0
komentar
Label: ttg wanita
WE WILL NOT GO DOWN (Song for Gaza)
Ablinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive
They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze
We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight
Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right
But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze
We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight
Terjemahan :
Sebuah kilatan cahaya di langit yang cerah
Melintasi, menerangi langit Gaza malam ini
Orang-orang berlarian untuk berlindung
Tidak tahu apakah mereka akan hidup atau mati
Mereka (Israel) datang beserta tank dan jet tempurnya
Dengan rentetan senjata bertubi-tubi
Dan tak ada lagi yang tersisa
Hanya sebuah suara yang berkumandang dibalik kepulan asap
Kami tak akan menyerah!
Di malam ini, tanpa bertarung !
Kalian boleh membakar masjid kami, rumah kami, dan sekolah kami!
Tapi semangat kami takkan padam!
Kami tak akan menyerah
Di Gaza malam ini...
Baik wanita dan anak-anak
Dibunuh dan menjadi korban malam demi malam
Sementara orang-orang yang katanya "pemimpin" nun jauh disana
Hanya berdebat tentang siapa yang salah atau benar
Tapi pernyataan yang mereka keluarkan lemah yang sia-sia
Dan bom-bom tetap berjatuhan seperti hujan asam
Tapi diantara air mata dan darah yang pedih
Tetap terdengar sebuah suara berkumandang dibalik kepulan asap
Kami tak akan menyerah!
Di malam ini, tanpa bertarung!
Kalian boleh membakar masjid kami, rumah kami, dan sekolah kami!
Tapi semangat kami takkan padam!
Kami tak akan menyerah
Di Gaza malam ini...
A Song by: Michael Heart
Copyright 2009
[-read more-]
Diposting oleh
Ros Rose'diana
di
03.12
0
komentar
Label: LirikLagu
Minggu, 18 Januari 2009
just to say "Alhamdulillah.."
Alhamdulillah....satu amanah telah terlaksanakan..semoga segalanya bernilai pahala dsisi-Nya, amin..!!!
review dlu ingatan beberapa pekan lalu saat dpt info ttg agenda besar FKMKI yg akan di laksanakan, SIMPATI 2..
ting dong..(bunyi hp-kuw), 1 message, from mas'ul "aslm..ukhti, ternyata anti jd bendahara lg di kepanitiaan Simpati 2"..:-( ekspresi seketika stlh bc sms...gdubrakkkk...(bendahara lagi..bendahara lagi...tapi ya..sudahlah, tsiqoh sj..)
............-------.............
hari ini, meskipun blm ada pembubaran panitia, ttp amanah sbgi bendahara (resmi-nya) sdh berakhir seiring dgn ketuk palu penutupan kegiatan Simpati 2 LDK FKMKI. satu kata yg terucap.."Alhamdulillah..."
Betul-betul beda' ros jd bendahara pd kegiatan Simpati ini jika dbndingkn dgn saat menjadi bendahara kegiatan pengkaderan maba di Himpunan.Ada beberapa perbedan yang ros sempat tarik...
1. yg sblumnya ros cuek bebek sbg bndahara, tdk peduli danus jalan atau tidak.yang ros mau tau cm danus setor dana ke bendahara (just it), tapi skrg, katanya tim Danus, "bendahara simpati 2 terlalu sangar, desak2 terus danus tuk cari dana..."..jlas kan bedanya?
2. klo' sblumnya ros di sms tuk dtng rapat,selaluuuu sj punya alasan tuk absen, tapi tuk keg simpati skrg, jsttru klo' tdk ada rapat resmi OC, lbh sring rapat lwt sms, (pnjm istilah mas'ul)
3. waktu jg bendahara di kegiatan himpunan, ros fine2 sj,tdk terlalu banyak emosi (emosi bukan cuma marah..!!)...tapi saat jd bendahara simpati 2, emosi-nya ros tdk stabil...betul-betul tidak stabil.dan parahnya, ros beberapa kali menangis, bukan karena tdk ada dana, tapi karena pusing...terlalu banyak pikiran yg berkecamuk di otak kecilku.huuuu..(cengeng y..???)dan juga, tidak sedikit teman2 akhwt yang kena' semprot klo' bendahara lg pusing kemudian ada yg ribut, banyak bicara dskitar-ku..(egoisnya...)
4. ros jd bendahara simpati 2 betul2 kurang beres...pikunnya minta ampun (ini kata teman2 OC akhwat, betulkah itu?)
dan dibalik itu semua, akan ada hikmah yg bisa dpetik..tiada satupun yang terjadi dan berlalu dengan sia-sia bagi org2 yang berfikir..semua kan ada hikmahnya (ky' lagu apa....gitu)
[-read more-]
Diposting oleh
Ros Rose'diana
di
01.06
0
komentar
Label: ttg ros
Selasa, 13 Januari 2009
Sebagian dari perjalanan hidupku..
mengingat masa lalau dulu.....kembali ke jaman orba...
ros kecil itu (sebelum sekolah)
- paling suka nyanyi tapi pemalu jadi nyanyinya sering di balik gorden atau pintu
- paling suka ikut mama kl' mo prg2 kec klo' mo ke pesta (tdk suka keramaian)
- Paling sering nagis, biar digigit nyamuk (hobby kalee....)
- Sering ikut di kelasnya mama klo' lg ngajar
- Paling senang klo' diajak main ke kebun sambil manjat pohon
- Paling banyak kalasinya klo' main
- Paling sering berkelahi sebagai sesi penutupan setelah main
ros kecil masuk SD
- Paling rajin ke sekolah
- Paling cepat pulang dari sekolah (karena rumahnya di kompleks sekolah sd)
- Paling sering makan
- Paling sering minta uang jajan lebih
- Paling pintar (hehe...)
- Paling kecil
- artinya..paling imoet
- Paling banyak juga kalasinya...(pernah karena gurunya terlambt masuk, makanya ros ikut tetangga ke sumur, mencuci)
- Paling jahil (sering ganggu teman klo' belajar)
- Paling patoa'toai (sering ketawai guru diam2 klo' gurunya tertidur di kelas (padahal sementara mengajar lho..., pengaruh penyakitnya kasian..)
- Paling rajin ambilkan air minum buat guru (krn ngmbil airnya dRumahx |Ros|)
- Paling suka menghafal pelajaran setelah pulang sekolah
- Paling suka klo' main ke empang
Ros naik SMP
...bersambung juga..dah malam
[-read more-]
Diposting oleh
Ros Rose'diana
di
04.45
0
komentar
Label: ttg ros
Jelang Muktamar
hm...setelah beberapa bulan (setahun lebih) memegang amanah sebagai bendahara umum fkmki, akhirnya, amanah ini sebentar lagi akan berpindah...
Banyak jg hal2 yang tak terlupakan selama menjadi bendahara...utamanya...setiap awal bulan, uang kiriman selalu terpotong untuk bayar utang(hehe...)
menjelang muktamar, kadang juga ros berfikir...maksimalkah kerjanya ros?sudah amanahkah ros?maafkan ros ya akhi..ya ukhti..karena mungkin kurang amanah..karena mungkin tidak maksimal (terutama pada awal2 kepengurusan..
bersambung
[-read more-]
Diposting oleh
Ros Rose'diana
di
04.31
0
komentar
Masalah itu...
melihat anak kecil yang berbicara, tertawa dan bermain dengan gembiranya, dengan polosnya, kadang hati ini ingin menjadi seperti mereka...yang bisa tertawa lepas tanpa dhimpit dengan sekelumit fikiran..
"tapi kan waktunya sudah berbeda..mereka seperti itu, karena masih kecil, karena belum mengenal yang namanya masalah" kata ini terucap dalam hatiku...
iya memang...
dengan masalah kita bisa berfikir,
dengan masalah kita bisa belajar untuk menjadi bijak
dengan masalah kita bisa menjadi lebih dewasa
tapi juga..
dengan masalah kita bisa menjadi sakit jiwa
[-read more-]
Diposting oleh
Ros Rose'diana
di
04.22
0
komentar
Label: Ttg Mslh